Langsung ke konten utama

NOVELKU -chapter 1-

Separuh Hati
     Hallo namaku Riana Wiharjo, aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku Sukma Wiharjo beliau pekerja buruh. Dan ibuku indira beliau Asisten Rumah Tangga di sebuah rumah besar yang ditinggali sahabat ku. Dan satu lagi dia kakak ku pelindungku Rafan Wiharjo. Aku bersekolah di SMA kenanga  kelas XI Fisika 1. Setiap hari sebelum pergi sekolah aku selalu mengantarkan ibu ke tempat bekerja menggunakan sepeda ontel tua milik ayah. Ibu sangat menyukai sepeda ayah, ibu senang jika ia berada dibangku belakang sepeda ayah. Katanya hal yang paling menyenangkan adalah naik sepeda dengan ayah, seperti masa muda dulu. Ayah sudah memasuki umur kepala lima sedangkan ibu baru berusia 35 tahun. Cinta memang tidak memandang usia, hal yang sepele ibu jatuh cinta pada sepeda ayah baru kepada ayah. Katanya dulu ibu suka bersepeda keliling kampung, dan saat itu ibu melihat sepeda ontel yang menarik perhatian ibu, sepeda itu warna warni, warna yang mencolok pasti menarik perhatian siapapun yang melintas. Disana juga terdapat satu ikat bunga, disepeda itu bertuliskan "dek indira, cintai sepedaku lalu cintai aku". Dan karena itu ayah dan ibu mulai menjalin hubungan lebih jauh. Kata ibu ayah sudah menyukainya sejak lama, tapi dia baru bisa menyatakannya.

"ibu seneng banget ya naik sepeda ayah?" tanyaku.

"ini kegiatan favorit ibu:))". Jawab ibuku

"Ayah itu dulu gimana si bu?".

"Ayah kamu itu orang yg pemalu, tp kalo dia sudah berambisi untuk mendapatkannya dia pasti terus berusaha untuk memperjuangkannya. Ayah juga pernah engga diterima sama kakek mu dulu, tp ayah terus selalu mencoba mengambil hati kakek mu,  akhirnya kakek luluh dengan sifat tulus ayah. Percis seperti kakak mu dia sebenarnya sayang ko sama kita semua tp kakak malu, kakak gengsi, coba kamu terus luluhkan hati kakakmu pasti dia akan menunjukan kepeduliannya. Kakak kamu juga dulu sekali sebelum dia jadi pendiam pernah bilang sama ibu kalo dia ingin menjadi seorang dokter, dia ingin merawat ibu dan ayah saat sudah tua".

"Tapi kakak-.. ". "kakak pasti akan menunjukannya". Potong ibuku

"Yasudah kamu berangkat yah hati-hati, belajar yang rajin".

"Iya bu, Assalamualaikum". Pamitku

"Wa, alaikumsalam". Ibu mencium keningku

     Setelah mengantar ibu aku langsung pergi menuju sekolah. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 07.35 itu artinya 5 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Dan benar saja saat sampai disekolah gerbang sudah ditutup

"Om, ga bisa dibuka ya? Baru telat 60detik ko:)), buka ya om. Om kan baik, om kan ganteng buka ya om".

"Ga bisa na telat mah telat aja lah ga usah menggembel".

"Om apa yang kamu lakukan itu JAHAT".

"Emang kenapa ana telat? Biasanya paling pagi, om baru datang ana udah nungguin si gerbang".

"Hari ini aku nganter ayah juga ke tempat kerja barunya".

"Yaudah tunggu ya sampe Habis istirahat".

       Saat menunggu aku tak sengaja melihat segerombolan anak baru datang dengan mobil. Mereka memarkirkan mobil sembarang di pinggir jalan dan berlalri kebelakang sekolah. Aku mengikuti mereka, ingin tahu apa yang akan dilakukan. Saat ingin berbalik aku melihat seorang yangg sangat ku kenal
"Kak, kenapa kakak baru datang? Kakak pakai mobil siapa? Kakak kan naik angkot tadi, Kakak nyewa mobil? Atau kakak-..?"

"Ngapain disini? Balik sana!". Potong Kak Rafan

"Kakak mau ikut mereka ya? Mereka anak nakal ka jangan ikut mereka".

Bukannya menjawab kak Rafan malah pergi sambil berlari meninggalkan aku. Aku pun kembali ke gerbang sekolah, ternyata gerbang sekolah terbuka lebar sepertinya ada guru yang batu datang dengan mobil dan si om lupa menutupnya. Tak menyianyiakan kesempatan aku masuk ke area sekolah dengan diam diam sambil membawa sepedaku.

     Dikelas terdengar sangat berisik sampai terdengar keluar, "sepertinya jam kosong" pikirku. Dan benar saja saat masuk kelas anak anak sedang asik bercanda dan mengobrol, ada yang tertawa karena menonton dan lain lain. "Syukurlah".

"Ri, ko baru datang? Tumben sekali seorang Riana Wiharjo TERLAMBAT, itu adalah hal yang aneh". tutur Ajeng temanku

"Yee namanya juga manusia, tidak ada yang sempurna oke". Jawabku

"Siap umi".

"Jeng, shena mana?". Tanyaku saat melihat bangku sebelahku kosong

"Ga ada ngasih surat atau apapun, gue gatau ri". Jelas Ajeng

"Shena tidak sekolah, kemana dia? Padahal tadi aku lihat mobilnya kok dirumah". Kataku dalam hati
Aku mencoba menghubungi shena, tetapi tidak ada balasan.

"Bu, papah sama mamah pulang ga?" Tanya shena

"Sepertinya ibu sama bapa gak pulang non, gerbangnya masih terkunci dan pintunya masih terbuka saat ibu datang". Ujar ibu indira

"Bu, apa seorang anak tidak dibutuhkan dalam keluarga?" tanya shena

"Non jangan berfikir seperti itu mereka pasti pulang, mungkin pekerjaan bapa sama ibu lagi banyak banyaknya, jadi belum bisa pulang".

"Berarti uang lebih penting untuk mereka ya bu?". Tanya shena

"Non, tidak ada yang lebih penting bagi orang tua dari kebahagiaan anaknya. Mereka sedamg mencari uang untuk non sekolah. Sama seperti ibu yang sedang cari uang untuk sekolah Riana dan Kakaknya". Jrlas ibu

"Tapi Riana beruntung, setelah bekerja ayah sama ibunya pulang selalu menanyai kegiatan sekolahnya, ada yang memperhatikannya. Shena sendiri bu". Ujar shena menahan tangis

"Non disini kan ada ibu, Ibu Riana juga ibu shena ya:) lebih baik sekarang non shena berangkat sekolah ya, riana juga sudah berangkat dari tadi takut terlambat". Ucap ibu

"Iyaa, shena berangkat dulu". Ucap shena

"Hati - hati ya non". Ucap ibu yang dibalas anggukan oleh shena.

     Shena mengambil kunci mobilnya, ia menjalankan mobilnya menuju sekolah. Saat tiba disekolah ia melihat gerbang yang masih terbuka padahal sudah pukul 07.15 artinya sudah sangat terlambat. Jika shena masuk pasti dia akan dihukum, dan shena sedang malas berurusan dengan siapapun. Akhirnya shena memutuskan pergi, ia melihat bangku belakang mobil disana terdapat beberapa baju shena yang memang shena selalu menyediakan baju ganti. Shena memutuskan untuk berjalan jalan di mall, saat selesai memesan tiket nonton handphone shena berbunyi menandakan pesan masuk.

From : RIRIKU☁
Shen, ko ga sekolah?
Shen, dimana?
Shena
Kambing
*ehh shena deng
Nanaku๐Ÿฐ

Skip, shena tidak membalas semua chat dari Riana, dia sedang malas untuk apapun.

From : RIRIKU☁
Pulang sekolah di taman biasa ya.
Ok
Si Kambing๐Ÿ
Gue kelinci tai
Sekolah sana ah, berisik.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NOVELKU -chapter 4-

Setelah kepergian Shena Riana tidak bisa tenang, ia ragu jika Shena pulang untuk menemui kedua orang tuanya. Riana ingin cepat pulang dan bertanya kepada ibunya apakah benar orang tua Shena pulang dan bertemu dengan Shena. “Si mbanya buru – buru amat, mau kemana?” Tanya Ajeng saat melihat Riana yang sedang memasukan bukunya asal ke dalam tas. Tak ada jawaban dari Riana, bukannya tak mau menjawab pertanyaan Ajeng, hanya saja Riana tidak mendengar suara Ajeng karena terlalu focus memikirkan Shena. “KACANG SUUK, Balik bae ah urang mah pundung. Asa wae ngomong sorangan”. Tanpa menunggu jawaban Riana Ajeng pergi meninggalkan kelas. Karena Ajeng tahu pasti Riana tidak mendengarnya lagi. Saat keluar dari area sekolah, Riana bergegas mengayuh sepedanya dengan cepat. “WOY SEPEDA JELEK YANG BENER DONG BAWANYA”. Ucap Pengendara ugal – ugalan. “INI SEPEDA AYAH BUKAN SEPEDA JELEK TAHU. DASAR JELEK”. Teriak Riana tak terima karena sepeda ayahnya ini disebut sepeda jelek. Mendengar ucapan Rian...