Setelah kepergian Shena Riana tidak bisa tenang, ia ragu jika Shena pulang untuk menemui kedua orang tuanya. Riana ingin cepat pulang dan bertanya kepada ibunya apakah benar orang tua Shena pulang dan bertemu dengan Shena. “Si mbanya buru – buru amat, mau kemana?” Tanya Ajeng saat melihat Riana yang sedang memasukan bukunya asal ke dalam tas. Tak ada jawaban dari Riana, bukannya tak mau menjawab pertanyaan Ajeng, hanya saja Riana tidak mendengar suara Ajeng karena terlalu focus memikirkan Shena. “KACANG SUUK, Balik bae ah urang mah pundung. Asa wae ngomong sorangan”. Tanpa menunggu jawaban Riana Ajeng pergi meninggalkan kelas. Karena Ajeng tahu pasti Riana tidak mendengarnya lagi. Saat keluar dari area sekolah, Riana bergegas mengayuh sepedanya dengan cepat. “WOY SEPEDA JELEK YANG BENER DONG BAWANYA”. Ucap Pengendara ugal – ugalan. “INI SEPEDA AYAH BUKAN SEPEDA JELEK TAHU. DASAR JELEK”. Teriak Riana tak terima karena sepeda ayahnya ini disebut sepeda jelek. Mendengar ucapan Rian...