Langsung ke konten utama

NOVELKU -chapter 3-

“Wahh ratu kepagian udah datang nih”. Ujar Ajeng saat masuk kelas

“Hai Ajeng, PR fisika udah selesai belum?” Tanya Riana

“Beuhh anak nya Einstein mah cara nyapanya bawa bawa PR. Ri lo salah kalo mau nyapa sepagi ini”.

“Salah gimana?”.

“Harusnya tu gini ‘Hai Ajeng udah sarapan belum? Uang jajannya cukup ga buat hari ini? Yuk ngantin biar aku yang bayar’ nah gitu kan enak dan ramah”. Jelas Ajeng

“Hai Aje-.. eh Hai Shena sini sini, kata ajeng udah sarapan belum? Uang jajannya cukup ga buat hari ini? Ajeng ngajak ngantin terus yang bayar dia katanya”. Ucap Ajeng

“Yaelah sa ae ni incu batman kzl dehh”. Ucap Ajeng

“Santuy duit gue dimana mana, bonyok gue kerja lembur mulu bagai kuda. Lo mau liat kantong gue sebelah mana aja isinya black card semua”. Tutur Shena

“wehh holkay mah beda sih iyee”.

“Shen-..”. Tegurku ketika aku merasa Shena berlebihan

“Tenang Ri, lo tau kan duit gue ga abis abis. Mereka setiap saat nyari duit mulu, gue bosen liatnya”. Jawab Shena
Kantin yang dipenuhi lautan manusia menutup pandangan ketiga sejoli ini, saat Riana mengedarkan pandangannya mencari meja kosong. Tak sengaja ia melihat Rafan, Kakaknya sedang membawa nampan penuh berisi 6 mangkuk baso, dan kembali lagi dengan nampan penuh yang terdapat 6 gelas teh panas. Mata Rafan tak sengaja bertemu dengan mata Riana yang sedang melihatnya, Rafan membuang muka dan pergi ke meja kosong. Riana ingin menghampiri kakaknya, tapi tidak bisa karena Ajeng menarik lengannya menuju meja kosong diujung.

“Ayo Ri gue udah nemu tempat”. Ajak Ajeng sambal menarik lengan Riana

“Jeng gue mau nraktir anak anak dikantin ini, suruh pesen apa aja nanti gue yang bayar”. Ucap Shena mengejutkanku.

“Asiapppp bosque. Ekhm ekhem WOY ANjir-..”. Teriak Ajeng

“Jeng, Tunggu. Shen kenapa kamu mau bayarin anak anak dikantin ini?”. Tanya Riana sambil menarik lengan Ajeng agar duduk kembali.

“Terserah gue dong Ri, uang gue banyak. Ayo jeng umumin”. Jawab Shena

“Pegangin ni incu Batman Shen, biar ga ganggu”. Perintah Ajeng yang dibalas acungan jempol oleh Shena.

“WOY PERHATIAN DONG”. Teriak Ajeng

“Yaelah si Anjeng minta diperhatiin” Ucap salah seorang siswi

“JOMBLO pasti tuh minta diperhatiin” ucap siswi lainnya

“Berisik lu dasar netijen. SEMUA YANG ADA DIKANTIN INI BOLEH MESEN APAPUN YANG KALIAN MAU, KARENA HARI INI MY SAHABAT SEDANG BERBAGI REZEKI DENGAN KAUM MISQUEEN SEPERTI SODARA SODARA SEKALIAN. SEKIAN TERIMA KASIH”. Ucap Ajeng kembali duduk
Sebagian anak yang berada dikantin bersorak gembira, ada juga anak anak yang malah menyinyir.

“Shen, apa ini ga berlebihan?”. Tanya Riana yang dibalas gelengan kepala oleh Shena.

“Selamat makan sodara sodara. Eh Shen gue boleh bungkus kan ya?”. Tanya Ajeng

“Lo mau beli warungnya juga gue iyain jeng”.

“WAGELASEH NI ORANG EHE”.

Selepas dari kantin mereka bertiga kembali menuju kelas, Saat tiba dikelas Shena malah mengambil tasnya dan berjalan menuju keluar. Karena bingung Riana bertanya pada Shena
“Shen, mau kemana?”.

“Nyokap Bokap gue pulang, gue mau nemuin mereka”. Ucap Shena

“Serius? Beneran, kamu ga bohong kan Shen?”. Tanya Riana meyakinkan, Shena hanya membalasnya dengan anggukan lalu pergi menuju parkiran.

“Tenang Shen untuk kepergian lo bisa gue urus ko”. Teriak Ajeng, Shena membalasnya dengan acungan jempol.

“Eh Ri emang kenapa si sama Shena? Bonyoknya datang dari mana sampe dia harus pulang?”. Tanya Ajeng

“Aku gatau lah, tanya padaku tanya padanya”. Jawab Riana bercanda

“Ih minta dipenggal deh gemas”.

“Mau dong dipenggal”

“Boleh sekalian nanti otak lu gue pake ya Ri, capek gue otak segede biji salak”.

“Hahaha aneh kamu”.

“Serius gue nih, yu Ri tukeran yu”.

“Gamau ah, perpus aja yu”.

“Ga ah ada pa jenggot bapa lo”.

“Ayah aku lagi kerja tau”

“Lah emang dia ngapain disini?”

“Manjangin jenggot dia mah”.

“HAHA lawak lo”.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NOVELKU -chapter 1-

Separuh Hati      Hallo namaku Riana Wiharjo, aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku Sukma Wiharjo beliau pekerja buruh. Dan ibuku indira beliau Asisten Rumah Tangga di sebuah rumah besar yang ditinggali sahabat ku. Dan satu lagi dia kakak ku pelindungku Rafan Wiharjo. Aku bersekolah di SMA kenanga  kelas XI Fisika 1. Setiap hari sebelum pergi sekolah aku selalu mengantarkan ibu ke tempat bekerja menggunakan sepeda ontel tua milik ayah. Ibu sangat menyukai sepeda ayah, ibu senang jika ia berada dibangku belakang sepeda ayah. Katanya hal yang paling menyenangkan adalah naik sepeda dengan ayah, seperti masa muda dulu. Ayah sudah memasuki umur kepala lima sedangkan ibu baru berusia 35 tahun. Cinta memang tidak memandang usia, hal yang sepele ibu jatuh cinta pada sepeda ayah baru kepada ayah. Katanya dulu ibu suka bersepeda keliling kampung, dan saat itu ibu melihat sepeda ontel yang menarik perhatian ibu, sepeda itu warna warni, warna yang mencolok p...

NOVELKU -chapter 4-

Setelah kepergian Shena Riana tidak bisa tenang, ia ragu jika Shena pulang untuk menemui kedua orang tuanya. Riana ingin cepat pulang dan bertanya kepada ibunya apakah benar orang tua Shena pulang dan bertemu dengan Shena. “Si mbanya buru – buru amat, mau kemana?” Tanya Ajeng saat melihat Riana yang sedang memasukan bukunya asal ke dalam tas. Tak ada jawaban dari Riana, bukannya tak mau menjawab pertanyaan Ajeng, hanya saja Riana tidak mendengar suara Ajeng karena terlalu focus memikirkan Shena. “KACANG SUUK, Balik bae ah urang mah pundung. Asa wae ngomong sorangan”. Tanpa menunggu jawaban Riana Ajeng pergi meninggalkan kelas. Karena Ajeng tahu pasti Riana tidak mendengarnya lagi. Saat keluar dari area sekolah, Riana bergegas mengayuh sepedanya dengan cepat. “WOY SEPEDA JELEK YANG BENER DONG BAWANYA”. Ucap Pengendara ugal – ugalan. “INI SEPEDA AYAH BUKAN SEPEDA JELEK TAHU. DASAR JELEK”. Teriak Riana tak terima karena sepeda ayahnya ini disebut sepeda jelek. Mendengar ucapan Rian...